Hari Buruh 2026 :Antrean Sembako di Monas Sebagai Indikator Kegagalan Upah Layak
May Day tahun ini terasa sangat berbeda. Di Monas yang biasanya terdengar semangat orasi para buruh, kali ini berganti menjadi antrean sembako. Pemandangan yang kontras dan memilukan. Di satu sisi nampak panggung megah presiden yang menjadi simbol stabilitas politik dan kekuasaan, sementara di bawahnya ratusan buruh terjebak dalam barisan panjang untuk sekantong sembako bantuan dari presiden. Peristiwa ini adalah aspirasi bisu yang suaranya lebih lantang dari orasi manapun yang menggunakan pengeras suara. Para buruh yang berjejalan ini menjadi bukti bahwa sistem upah buruh kita saat ini belum berhasil menjamin kehidupan layak bagi kaum pekerja. Logika ekonomi sederhanya menyatakan, jika upah pekerja sudah memenuhi standar kebutuhan hidup layak, maka pembagian paket pangangratis tidak akan memicu kerumunan yang begitu masif. Ketika para pekerja rela berdiri berjam-jam di bawah terik matahari hanya untuk seliter minyak dan beberapa kilogram beras, hal ini membuktikan bahwa upah bulanan m...
