Mengembalikan Semangat Kartini Lebih dari Sekedar Sanggul dan Kebaya
Setiap 21 April pemandangan di kantor dan sekolah berubah drastis. Ibu- ibu terlihat anggun dengan kebaya bak menjamu tamu di hajatan pengantin. Anak-anak terlihat cantik dan ganteng dengan setelan baju adat. Ada lomba fashion, lomba menghias kue, merangkai bunga, memasak, sampai merias. 21 April menjadi hari yang meriah, semeriah perayaan ulang tahun . Mungkin itu sebagai wujud penghormatan atas jasa Kartini yang merupakan tokoh pejuang hak dan pendidikan untuk perempuan. Pertanyaannya, apakah segala bentuk perayaan ini yang dicita citakan Kartini? Tentu saja tidak ada yang salah dengan memakai sanggul dan kebaya, itu merupakan bagian dari budaya kita yang indah. Namun akan sangat disayangkan jika hanya berhenti di situ. Hakekat hari Kartini bukanlah kompetisi kecantikan atau kepiawaian memasak. Kartini bukan sekedar ikon kecantikan pun bukan simbol ibu rumah tangga yang pandai memasak. Jika 21 April kita masih sibuk berdandan, jangan-jangan kita justru terjebak dalam stikma la...